Skip to content

Pengaruh Celana Dalam Ketat Terhadap Kualitas Sperma

April 29, 2014

Ada beberapa faktor yang diduga bisa menurunkan kesuburan, misalnya obat-obatan, lingkungan, penyakit, sampai gangguan organ reproduksi. Beberapa kebiasaan tertentu juga ternyata dapat menurunkan jumlah dan kualitas sperma. Misalnya bersepeda, yang dapat memberikan tekanan pada testis, dan penggunaa celana dalam yang ketat.

Pemakaian celana dalam yang terlalu ketat akan menaikkan suhu testis, dan hal itu berpengaruh terhadap proses pembentukan sperma. Suhu testis yang hangat akan merusak proses spermatogenesis (proses pembuatan sperma), Jika Anda menggunakan celana dalam yang ketat, testis akan semakin dekat ke tubuh sehingga panas tubuh akan meningkatkan suhu testis.

Menggunakan celana ketat, kantong testis tidak bisa memanjang atau melebar. Sebab, pergerakan kantong testis terhalang oleh celana ketat sehingga testis dan sperma di dalam akan kepanasan.

Dalam jangka panjang, kualitas sperma bisa terganggu. Kantong testis berfungsi menjaga agar tidak terjadi perubahan suhu pada sperma. Saat seorang pria sedang mandi, berenang, basah, atau kedinginan, kantong akan mengecil. Dengan begitu, posisinya mirip merangkul testis. Hal tersebut akan menghangatkan testis.

Kesuburan pria secara umum bisa dilihat dari kualitas sperma. Dan kualitas sperma dapat dilihat dari tiga hal. Pertama, konsentrasi atau jumlah sperma per cc yang normalnya mencapai di atas 15 juta per cc. Kedua, mobilitas atau gerakan sperma. Normalnya, 32 persen dari sperma bisa bergerak dengan baik. Terakhir, morfologi atau bentuk sperma. Minimal empat persen dan bentuknya normal

Jika ingin punya anak, dianjurkan mengurangi frekuensi mandi dengan air panas dan jangan menggunakan celana dalam yang ketatdan memilih celana dalam berbahan katun yang longgar.

Iklan

From → Uncategorized

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: