Skip to content

Sakit Gigi

April 29, 2014

Penyebab paling umum sakit gigi ialah lubang pada gigi yang disebut karies gigi atau kavitasi. Bakteri yang menempel pada permukaan gigi merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya karies. Bakteri dapat mengubah semua makanan, terutama gula, menjadi asam. Bakteri, asam, sisa makanan, dan ludah akan membentuk lapisan lengket yang melekat pada permukaan gigi. Lapisan lengket inilah yang disebut plak. Plak akan terbentuk 20 menit setelah makan.

Zat asam dalam plak akan menyebabkan jaringan keras gigi larut dan terjadilah karies. Bakteri yang paling berperan dalam menyebabkan karies adalah Streptococcus mutans. Faktor-faktor lain yang ikut mempengaruhi terjadinya karies gigi yaitu kualitas gigi, jumlah dan kualitas saliva/air ludah serta faktor waktu lamanya gigi terpapar oleh asam yang dihasilkan bakteri pada plak gigi.

Sebenarnya gigi memiliki sistem pertahanan yang cukup baik karena gigi dapat memperbaiki diri sendiri, menggunakan mineral-mineral yang disediakan oleh saliva (air liur). Tetapi, jika frekuensi paparan asam terus meningkat, maka gigi tidak akan mempunyai kesempatan untuk melakukan perbaikan pada dirinya sendiri. Hal inilah yang menyebabkan lapisan email gigi semakin tipis, dan ini disebut erosi gigi. Gigi ini akan menjadi sangat sensitive terutama pada suhu panas dan dingin. Sehingga, gejala yang ditimbulkan sangat mirip dengan gigi berlubang.

Gigi yang berlubang bisa menjadi sarana saluran masuknya kuman penyakit menuju saluran darah yang bisa menyebabkan penyakit ginjal, paru-paru, jantung maupun penyakit lainnya.

Rajin menggosok gigi sesudah makan dan sebelum tidur merupakan langkap yang paling baik untuk menghindari sakit gigi. Menghindari kebiasaan menyantap makanan dalam kondisi panas/dingin juga termasuk salah satu cara untuk menghindari sakit gigi.

Iklan

From → Uncategorized

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: